Kamis, 24 Januari 2013

Teori Evolusi Menurut Agama Hindu

Alam Semesta
Agama Hindu mengenal adanya Dasa Awatara yang diyakini sebagai penjelmaan material Dewa Wisnu dalam misi penyelamatan dunia. Apabila dikaji secara sains dan ilmiah, konsep awatara memiliki banyak makna dan filsafat yang dapat dikaji. Filsafat Dasa Awatara menunjukkan adanya perkembangan kehidupan dan peradaban manusia yang ada di bumi. Setiap Awatara merupakan lambang dari setiap  perkembangan jaman yang terjadi. Berikut dijelaskan beberapa awatara dengan maknanya.
  1. Matsya Awatara merupakan lambang bahwa kehidupan yang terjadi pertama kali di bumi berawal dari air.
  2. Kurma Awatara memiliki makna bahwa adanya perkembangan lebih lanjut dari peralihan hewan air menjadi hewan darat. Artinya ada perkembangan lebih lajut, munculnya hewan amphibia.
  3. Wahara Awatara memiliki makna bahwa terjadi kehidupan yang lebih lanjut terjadi di darat.
  4. Narasimba Awatara mengandung makna bahwa dimulainya evolusi mammalia.
  5. Wamana Awatara mengadung makna bahwa melambangkan perkembangan makhluk yang disebut manusia namun belum sempurna.
  6. Parashurama Awatara melambangkan bahwa terjadi perkembangan manusia ke tingkat yang lebih manusia.
  7. Rama Awatara melambangkan bahwa sudah mulai terjadinya peradaban manusia untuk memulai pemerintahan.
  8. Krishna Awatara melambangkan terjadinya kecakapan hidup manusia yang lebih kompleks yang memajukan peradaban manusia, yang mahir dalam pengetahuan dan kesenian.
  9. Balarama Awatara melambangkan adanya peradaban ke arah bidang pertanian.
  10. Budha Awatara melambangkan terjadi kemajuan di bidang sosial dalam hubungan manusia.

Berdasarkan penjelaskan diatas, dapat dijelaskan bahwa sebenarnya antara konsep ilmiah dengan konsep agama pada bidang-bidang tertentu terdapat kesamaan konsep yang sejalan. Konsep evolusi sebagai salah satunya merupakan kajian yang dapat dijelaskan dari sisi agama, khususnya agama Hindu. Filsafat Awatara yang diyakini oleh umat Hindu ternyata memiliki kesamaan dengan konsep ilmiah yang menjelaskan proses terjadinya kehidupan paling awal sampai dengan saat ini yang bersifat progresif (menuju ke arah kompleksitas organisasi kehidupan).
Apabila di kaji dari teori evolusi, pemikiran-pemikiran evolusi yang hampir kena adalah pemikiran dari Lammarck. Teori Lammarck menyatakan bahwa di bumi mula-mula timbul makhluk hidup yang sederhana yanga sederhana, akan tetapi makhluk yang sederhana ini kemudian dalam tempo yang panjang sekali timbulah jenis-jenis makhluk yang hidup sampai sekarang, tanpa ada penghentian jelannya kehidupan. Teori evolusi mengganggap manusia sebagai akhir evolusi. Kajian dari segi Agama Hindu menyatakan bahwa awatara yang terakhir adalah Kalki Awatara yang akan muncul pada akhir dari jaman Kaliyuga. Pernyataan ini sangat sejalan dengan teori evolusi yang menyatakan bahwa manusia merupakan akhir evolusi.
Secara ilmiah memang benar bahwa kehidupan yang pertama terjadi di dalam air (laut) (Lehninger, 1982).  Pernyataan ini sanmgat sejalan dengan pemikiran Hindu bahwa awatara yang pertama adalah Matsya Awatara, yang merupakan penjelmaan materialistik dari Dewa Wisnu dalam bentuk ikan yang tentu ada di laut. Memang secara ilmiah tidak menyatakan bahwa kehidupan pertama adalah hewan (ikan), tetapi, nilai filsafat yang terkandung dalam konsep Hindu mengenai Matsya Awatara adalah bahwa kehidupan yang pertama terjadi di dalam air (laut).
 
Secara global menurut Weda, alam semesta terdiri dari dua bagian utama, yaitu 2/3 alam rohani dan 1/3-nya alam material. Alam rohani sering disebut dengan istilah alam Moksa dimana kondisinya adalah sat cit ananda (kekal, penuh dengan ilmu pengetahuan dan penuh dengan kebahagiaan). Di alam moksa terdapat jutaan planet yang ditempati oleh roh-roh yang telah mencapai pembebasan dan sesuai dengan rasa yang dimiliki oleh roh bersangkutan. Sebagai contohnya, seorang pemuja Krishna akan mencapai planet Vaikunta, Pemuja Narasimha akan hidup bersama Narasimha, pemuja Narayana akan hidup bersama Narayana di planet rohani yang masing-masing terpisah. Sedangkan di alam material tersusun atas jutaan alam semesta. Dimana dalam satu alam semesta terdiri dari jutaan galaksi. Kita sendiri menempati salah satu alam semesta dalam galaksi Bimasakti. Dalam sebuah galaksi terdiri milyaran tatasurya yang berpusat pada 1 bintang, dan dalam satu tatasurya terdiri dari beberapa planet. Seperti pada tempat kita tinggal di planet bumi yang terletak pada tata surya dengan pusat bintang matahari.
Penciptaan alam semesta diawali dari Tuhan sendiri yang berbaring di lautan penyebab yang mungkin bisa dikiaskan sebagai pondasi seluruh alam semesta sebagai Karanodakasayi Visnu yang maha besar. Dari setiap pori-pori Karanodakasayi Visnu muncullah Garbhodakasayi Visnu yang memunculkan sebuah alam semesta. Dari sini bisakah kita membayangkan betapa besarnya Tuhan? Yang hanya dari 1 pori-porinya memunculkan 1 alam semesta yang terdiri dari jutaan galaksi.
Secara Ilmiah munculnya alam semesta dari pori-pori Tuhan dalam wujud Karanodakasayi Visnu ini diistilahkan dengan White Hole (Lubang Putih). Fenomena White hole sempat diamati oleh beberapa ilmuan yang merupakan area tempat terjadinya perubahan dari Energi menjadi Materi. Kenyataan ini dibenarkan dalam sloka Rgveda bab II.72.4 disebutkan “Aditer dakso ajayata, daksad uaditih pari” artinya : Dari aditi (materi) asalnya daksa (energi) dan dari daksa (energi) asalnya aditi (materi). Perubahan dari energi menjadi materi diistilahkan dengan White Hole, bagaimana dengan perubahan dari materi menjadi energi? Dalam konsep penciptaan Veda, perubahan ini dapat diistilahkan dengan Black Hole yang juga sangat sesuai dengan penemuan para ilmuan saat ini. Jadi Veda memberikan jawaban atas pertanyaan bagaimana alam semesta diciptakan bukan dengan konsep big bang seperti yang diakui oleh Al-Qur’an, melainkan dengan teori yang baru mulai dilirik oleh para ilmuawan setelah ditemukannya fenomena Black Hole, yaitu teori Black Hole – White Hole.
Lebih lanjut Veda menjelaskan bahwa setelah munculnya Garbhodakasayi Visnu dari pusar beliau muncul bentuk yang menyerupai bunga padma. Di atas bunga padma inilah Tuhan menciptakan mahluk hidup yang pertama, yaitu Dewa Brahma. Dewa Brahma diberi wewenang sebagai arsitek yang menciptakan susunan galaksi besarta isinya dalam satu alam semesta yang dikuasainya. Kanapa penulis menjelaskan Dewa Brahma menjadi arsitek dalam alam semesta yang dikuasainya? Hal ini karena Menurut Veda alam semesta ada jutaan dan tidak terhitung banyaknya yang muncul dari pori-pori Karanodakasayi Visnu dan setiap alam semesta memiliki dewa Brahma yang berbeda-beda. Ada Dewa Brahma yang berkepada 4 seperti yang dijelaskan menguasai alam semesta tempat bumi ini berada. Dan ada juga Brahma yang lain yang memiliki atribut yang berbeda, berkepala 8, 16, 32 dan sebagainya. Yang jelas dapat disimpulkan bahwa Brahma adalah merupakan kedudukan dalam sebuah alam semesta dan di seluruh jagad material terdapat sangat banyak dewa Brahma, bukan saja dewa Brahma yang telah biasa dibicarakan oleh umat Hindu saat ini. Hal pertama yang diciptakan Brahma dalah susunan benda antariksa, planet, bintang dan sejenisnya mulai dari tingkatan paling halus sampai dengan yang paling kasar. Dalam penciptaan ini dijelaskan bahwa Tuhan menjelma sebagai Ksirodakasayi Visnu dan masuk kedalam setiap atom dan partikel terkecil sekalipun. Inilah kemahahebatan Tuhan sebagai maha ada dan menguasai setiap unsur dalam ciptaannya. Setalah itu Dewa Brahma menciptakan berbagai jenis kehidupan mulai dari para dewa, alien, mahluk halus, binatang, tumbuhan sampai pada virus yang berjumlah 8.400.000 jenis kehidupan. Weda juga memberikan penjelasan siapa manusia pertama. Tidak seperti halnya kitab suci Abrahamik yang menyebutkan hanya ada 1 manusia pertama yaitu Adam, Tapi Weda menjelaskan ada 14 manusia pertama yang muncul dalam jaman yang berbeda dalam 1 siklus penciptaan. Manusia pertama dalam Weda diciptakan oleh dewa Brahma dan disebut dengan Manu dan sampai saat ini sudah mencapai generasi manu ke-7.
Jika anda mengaku sebagai manusia tetapi menolak otoritas Manu sebagai manusia pertama, maka anda adalah orang bodoh. Manusia berasal dari bahasa sansekerta, dari urat kata manu dan sia, sia diartikan sebagai keturunan. Karena itu seluruh keturunan Manu disebut sebagai manusia. Jadi anda salah besar jika memanggil diri anda sebagai manusia tetapi mengakui Adam sebagai leluhur pertama anda. Weda menolak akan adanya teori Evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin, Tetapi Weda mengemukakan akan adanya Devolusi, atau terjadinya degradasi atau penurunan kualitas kehidupan, mulai dari semakin kacaunya susunan tata surya, kepunahan mahluk hidup, penurunan kualitas kehidupan manusia seiring dengan berjalannya waktu. Terus bagaimana Weda dapat menjelaskan tentang terjadinya berbagai ras manusia? Dalam kitab suci agama Abrahamik yang dengan tegas mengakui hanya Adam adalah manusia pertama dan berusaha menjelaskan bahwa mutasi dan evolusi genetislah yang menghasilkan ras berbeda. Hawa sebagai pasangan adam tercipta dari tulang rusuk Adam. Dengan demikian secara ilmiah, gen yang dimiliki Adam seharusnya sama dengan gen yang dimiliki hawa. Jika kedua pasangan ini kawin dan menghasilkan keturunan, maka sudah barang tentu keturunan yang dihasilkannya seharusnya memiliki gen yang sama. Hanya saja kenapa saat ini ada banyak ras dengan genetik yang sangat jauh berbeda? Agamawan dari kalangan Abrahamik menjelaskan bahwa perubahan itu akibat adanya evolusi karena mutasi. Hanya saja Ilmu pengetahuan modern saat ini menjelaskan bahwasanya mutasi tidak akan pernah menghasilkan keturunan yang bersifat menguntungkan bagi mahluk hidup bersangkutan. Sebagai contoh semangka yang dimutasi dapat menghasilkan semangka tanpa biji dimana selanjutnya semangka bersangkutan tidak akan mampu berkembang biak secara normal. Demikian juga dengan sapi yang diradiasi untuk menghasilkan sapi yang memiliki ukuran besar juga tidak sanggup bertahan hidup dan berkembang biak secara normal. Bukti lain yang membantah pernyataan agamawan Abrahamik yaitu jika orang Asia hidup di tengah-tengah orang bule di Eropa dalam waktu yang sangat lama dengan kebudayaan Eropa tetapi mereka tidak pernah melakukan perkawinan silang dengan orang bule, apakah postur tubuh mereka berubah menjadi orang bule atau campurannya? Tentu tidak bukan. orang dengan ras asia tetap sama dimanapun mereka berada.
Nah, jika teori Adam-Hawa ini salah, bagaimana otoritas Weda menjelaskannya? Menurut Weda yang menjelaskan bahwa sampai saat ini di bumi ini telah muncul 7 Manu. Dan dengan gampang menyatakan bahwa ras-ras yang berbeda yang ada saat ini berasal dari ke-7 manu yang memiliki genetik yang berbeda dan perkawinan silang di antara mereka. Jadi keturunan dari Manu saat ini adalah kombinasi dari 7 dan dapat merupakan kombinasi dari keturunanya lagi. Tentunya secara Ilmiah teori ini dapat diterima dengan baik dan jauh lebih masuk akal dibandingkan dengan konsep Adam-Hawa. Jadi yakinkah bahwa leluhur anda adalah Adam dan Hawa?
Seringkali pula kita mendengar bahwa kiamat sudah dekat. Benarkah kiamat sudah dekat? Weda menjelaskan bahwa kiamat akan terjadi pada saat Brahma yang merupakan arsitek alam semesta meninggal dunia pada usia beliau yang ke-100 tahun dalam satuan waktu alam Jana Loka. Sebelum ke penjelasan selanjutnya, sebaiknya harus dimengerti terlebih dahulu bahwa waktu di bumi, berbeda dengan waktu di planet lain ataupun di dimensi lain sesuai dengan hukum relativitas ruang dan waktu. Jika kita dapat mengerti bahwa 1 hari di sorga akan sama dengan 6 bulan di bumi, 1 hari di dimensi alam jin akan sama dengan 3 hari di dimensi kita di bumi. Demikian juga dengan alam / dimesi ruang yang lainnya. 100 tahun dewa Brahma jika dikonversikan dalam satuan waktu kita akan sama dengan 311,04 triliun tahun manusia. Umur alam semesta yang sepanjang ini dapat dibagi-bagi lagi seperti dalam gambar di samping.
Sumber : Lifes Come From Lifes, Bhaktivedanta Book Trust
Garbodakasayi Visnu
Dewa Brahma
100out of 100 based on 99995 ratings. 1 user reviews.

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Goresan Hidup - All Rights Reserved Ncofies_Room's